Jumat, 13 November 2015

PENYUSUNAN ALAT EVALUASI



PENYUSUNAN ALAT EVALUASI HASIL BELAJAR
 diajukan untuk Memenuhi salah satu tugas mata kuliah
Perencanaan Pembelajaran SD
Oleh dosen: Nunu Nurfirdaus M. Pd.



 








Disusun Oleh
Kelompok 9

TITIN SUPRIHATIN                        136223164
NENENG MAESAROH                   136223
MIRAWATI                                       136223
Kelas/ semester: PBI/ 5


PROGRAM STUDI PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR
SEKOLAH TINGGI KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
MUHAMMADIYAH KUNINGAN

2015


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah mata kuliah “Perencanaan Pembelajaran SD”. Kemudian shalawat beserta salam kita sampaikan kepada Nabi besar kita Muhammad SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni al-qur’an dan sunnah untuk keselamatan umat di dunia.
Makalah ini merupakan salah satu tugas mata kuliah Perencanaan Pembelajaran SD di program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Muhammadiyah Kuningan. Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bpk Nunu Nurfirdaus M. Pd. Selaku dosen pembimbing mata kuliah Perencanaan Pembelajaran SD dan kepada segenap pihak yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.
Akhirnya penulis menyadari bahwa banyak terdapat kekurangan-kekurangan dalam penulisan makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang konstruktif dari para pembaca demi kesempurnaan makalah ini.


Kuningan, Oktober 2015
Penulis
i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar
Daftar Isi
BAB I PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang.............................................................................................1
B.     Rumusan Masalah........................................................................................1
C.     Tujuan..........................................................................................................1
BAB II PEMBAHASAN
A.    Pengertian Penilaian Hasil Belajar ..............................................................2
B.     Karakteristik Penilaian Hasil Belajar ..........................................................2
C.     Jenis-Jenis Penilaian Hasil Belajar ..............................................................4
D.    Pengembangan Alat Evaluasi  Hasil ...........................................................7
BAB III PENUTUP
A.    Simpulan ...................................................................................................10
B.     Saran .........................................................................................................10
Daftar Pustaka .......................................................................................................11










ii
 


BAB I

 PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Menilai pencapaian hasil pembelajaran siswa merupakan tugas pokok seorang guru sebagai konsekuensi logis kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Penilaian dimaksudkan untuk mengetahui dan mengambil keputusan tentang keberhasilan siswa dalam mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.[1]
Penilaian dilakukan untuk memperoleh informasi tentang pencapaian  setiap kompetensi dasar dengan menggunakan tes/non tes dalam bentuk  tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek/ produk, pengggunaan portofolio dan penilaian diri.[2]
Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas sistem penilaiannya, bagaimana proses dalam pelaksanaan evaluasi dengan menggunakan alat dan pengembangannya yang benar dan tepat. 
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa yang dimaksud dengan penilaian hasil pembelajaran?
2.      Apa saja karakteristik penilaian hasil pembelajaran?
3.      Apa saja jenis-jenis penilaian hasil?
4.      Bagaimana pengembangan alat evaluasi hasil?
C.    Tujuan
1.      Untuk mampu menjelaskan pengertian dari penilaian hasil
2.      Untuk mampu menjelaskan  karakteristik penilaian hasil
3.      Untuk mengetahui dan mampu menjelaskan jenis-jenis penilaian hasil
4.      Untuk mengetahui dan mampu menjelaskan cara pengembangan  alat evaluasi hasil

BAB II
 PEMBAHASAN
A.    Pengertian Penilaian Hasil Belajar
Menurut Permendikbud No. 81A Tahun 2013, penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bemakna dalam pengambilan keputusan.[3]
 Menurut Bloom pengertian hasil belajar adalah perubahan tingkah laku individu akibat atau umpan balik dari proses pembelajaran yang mencangkup bidang kognitif, afektif dan psikomotor.[4]
Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa penilaian hasil belajar merupakan suatu proses atau kegiatan menafsirkan data hasil suatu pengukuran berdasarkan kriteria tertentu untuk mengetahui sejauh mana perkembangan hasil belajar dan dan perubahan tingkah laku individu yang mencangkup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Serta untuk menimbulkan feedback antara guru dan siswa. [5]
B.     Karakteristik Penilaian Hasil Belajar
1.      Belajar Tuntas 
Untuk kompetensi pada kategori pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4), peserta didik tidak diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik.Asumsi yang digunakan dalam  belajar tuntas adalah peserta didik dapat belajar apapun, hanya waktu yang dibutuhkan yang berbeda. Peserta didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama, dibandingkan peserta didik pada umumnya.
2.      Otentik 
Memandang penilaian  dan pembelajaran secara terpadu. Penilaian otentik harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia sekolah. Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh merefleksikan pengetahuan,keterampilan, dan sikap). Penilaian otentik tidak hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih menekankan mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
3.      Berkesinambungan 
Tujuannya adalah untuk mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar peserta didik, memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam bentuk penilaian proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan (ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan kenaikan kelas).   
4.      Berdasarkan acuan kriteria
Kemampuan peserta didik tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria yang ditetapkan, misalnya ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan pendidikan masing-masing.
5.      Menggunakan  teknik penilaian yang bervariasi
Teknik penilaian yang dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, projek, pengamatan, dan penilaian diri.[6]

C.    Jenis-jenis Penilaian Hasil
1.      Penilaian Performa (performance assessment)
Penilaian performa merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam melakukan sesuatu. Artinya penilaian yang dilakukan terhadap kemampuan siswa yang ditunjukan melalui suatu perbuatan atau melakukan tugas tertentu. Dalam penilaian ini kemampuan siswa yang dinilai tidak hanya dari segi kognitifnya saja, akan tetapi juga dilihat dari sudut pandang psikomotor atau keterampilan siswa.  
Contoh Format Penilaian Performa

No

Aspek yang dinilai
Penilaian
1
2
3
1
Merangkai Alat



2
Pengamatan



3
Data yang diperoleh



4
Kesimpulan



*ket: 1=  Kurang
2= Cukup
3= Baik
2.      Penilaian Produk (product assessment)
Penilaian Produk merupakan penilaian terhadap proses pembuatan dan kualiatas suatu produk tertentu. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan siswa membuat produk-produk teknologi dan seni, seperti makanan, pakaian, hasil karya seni dll. Jadi dalam penilaian hasil kerja siswa meliputi 3 aspek penilaian yaitu:
a.       Tahap persiapan, meliputi penilaian kemampuan siswa dan merencanakan, menggali , dan mengembangkan gagasan dan mendesain produk.
b.      Tahap pembuatan produk (proses), meliputi penilaian kemampuan siswa dalam menyeleksi dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
c.       Tahap penilaian produk, meliputi penilaian produk yang dihasilkan siswa sesuai kriteria yang ditetapkan.[7]
Contoh Format Penilaian Produk
Mata Ajar                    :  _______________________________________
Nama Proyek                          : ________________________________________
Alokasi Waktu            : ________________________________________
Nama Peserta didik     : ________________________________________
Kelas/SMT                  : ________________________________________
No
Tahapan
Skor (1-5)
1
Tahap Perencanaan Bahan

2
Tahap Proses Pembuatan:
a.       Persiapan Alat dan Bahan
b.      Teknik Pengolahan
c.       K3 (keselamatan, keamanan, kebersihan kerja)

3
Tahap Akhir ( hasil produk)
a.       Bentuk Fisik
b.      Inovasi


TOTAL SKOR


3.      Penilaian Diri
Penilaian diri adalah suatu teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi kognitif, afektif dan psikomotor.

Contoh Format Penilaian Diri
Nama sekolah        :  ____________________________________
Mata Ajar              :  ____________________________________
Nama                     :  ____________________________________
Kelas                     :  ____________________________________


No

Pernyataan
Alternatif
Ya
Tidak
1
Saya berusaha meningkatkan ketaqwaan saya kepada tuhan YME agar mendapat ridhonya dalam belajar


2
Saya berusaha belajar dengan sungguh-sungguh


3
Saya optimis bisa meraih prestasi


4
Saya bekerja keras untuk meraih cita-cita


5
Saya berperan aktif dalam kegiatan sosial di sekolah dan masyarakat


6
Saya suka membahas masalah politik, hukum dan pemerintahan


7
Saya berusaha mematuhi segala peraturan yang berlaku


8
Saya berusaha membela kebenaran dan Keadilan


9
Saya rela berkorban demi kepentingan masyarakat, bangsa dan Negara


10
Saya berusaha menjadi warga baik dan bertanggung jawab


JUMLAH SKOR



*Jika jawaban YA maka diberi skor 2, dan jika jawaban TIDAK maka diberi skor  1. Kriteria penilaianya adalah jika rentang nilai antara 0–5 dikategorikan tidak positif; 6–10, kurang positif; 11– 5 positif dan 16–20 sangat positif.[8]
D.    Pengembangan Alat Evaluasi Hasil
Dari segi alatnya, penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua yaitu teknik tes dan teknik nontes.
1.      Tes
Tes tulis dapat dilakukan dengan cara memilih  jawaban yang tersedia, misalnya soal bentuk pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan; ada pula yang meminta peserta menuliskan sendiri responsnya, misalnya soal berbentuk esai, baik esai isian singkat maupun esai bebas.
2.      Non Tes
Penilaian hasil belajar tidak hanya dilakukan dengan tes, tetapi dapat juga dengan melalui  alat atau instrumen non tes seperti, check list maupun rating scale, angket, wawancara. Metode nontes digunakan untuk menilai  sikap, minat, atau motivasi. Metode nontes umumnya digunakan untuk mengukur ranah afektif (KD-KD pada  KI-1 dan KI-2).[9]
Dari segi pengembagannya, alat evaluasi hasil belajar dapat dikembangkan dengan langkah-langkah berikut:
1.      Menyusun Spesifikasi Tes
a.       Menentukan Tujuan Tes
Ada beberapa tes yang dilakukan untuk menentukan tujuan dari tes diantaranya:
1)      Tes penempatan, tujuannya untuk mengetahui tingkat pengetahuan yang telah dimiliki siswa dan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan sesuai dengan karakteristik siwa. Biasanya dilakukan di awal.  
2)      Tes diagnostik, bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dihadapi siswa, termasuk kesalahpahaman konsep. Biasanya dilakukan apabila sebagian besar siswa gagal dalam mengikuti proses pembelajaran.
3)      Tes formatif, bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar dan mengajar. Tes ini dipandang sebagai ulangan harian
4)      Tes sumatif, dilakukan untuk mengukur kinerja akademis atau prestasi belajar siswa pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran untuk mata pelajaran tertentu. Tes ini biasa disebut ulangan umum. 
b.      Menyusun Kisi-kisi Tes
Kisi-kisi atau biasa disebut juga sebagai tabel spesifikasi tes yang berisi perkiraan soal-soal yang akan muncul
c.       Memilih Bentuk Tes
Pemilihan bentuk tes yang tepat ditentukan oleh tujuan tes, jumlah peserta tes, waktu yang tersedia untuk memeriksa lembar jawaban tes.
d.      Menentukan Panjang Tes
Pada umumnya tes tertulis mengggunakan waktu antara 90-150 menit, untuk tes praktik biasanya lebih dari itu. Untuk tes pilihan ganda 2-3 menit untuk tiap butir soal hal itu dipengaruhi oleh tingkat kesulitan soal. Sedangkan untuk essay ditentukan oleh kompleksitas jawaban yang dituntut. Untuk mengatasi agar jawaban tidak terlalu panjang, sebaiknya jawaban dibatasi dengan beberapa halaman.
2.      Menulis Soal Tes
Penulisan merupakan langkah menjabarkan indikator menjadi pertanyaan-pertanyaan yang karakteristiknya sesuai dengan perincian pada kisi-kisi yang telah dibuat.
3.      Menelaah Soal Tes
Setelah soal dibuat, perlu dilakukan telaah soal tersebut untuk memperbaiki soal jika ternyata dalam pembuatanya masih terdapat kesalahan ataupun kekurangan. Telaah  soal ini lebih baik dilakukan oleh orang lain.
4.       Melakukan Uji Coba Tes
Uji coba ini dilakukan untuk mengetahui data tentang reabilitas, validitas, tingkat kesulitan, pola jawaban, efektifitas pengecoh, dll.
5.      Menganalisis Butir Soal
Sama halnya engan uji coba tes, analisis butir soal juga perlu dilakukan untuk megetahui kualitas tiap butir soal, tingkat kesulitan dll.
6.      Memperbaiki Tes
Langkah ini biasanya dilakukan pada tiap butiran soal, dengan memperbaiki masing-masing soal yang masih belum baik dan perlu adanya revisi bahkan ada beberapa soal yang harus dibuang karena tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan.
7.      Merakit Tes
Dalam proses ini hal-hal yang mempengaruhi validitas soal seperti nomor urut soal, pengelompokkan bentuk dari yang mudah-sukar.
8.      Melaksanakan Tes
Tes yang telah disusun kemudian diberikan kepada peserta tes untuk diselesaikan. Pelaksanaan tes dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaan ini diperlukan pengawas agar tes tersebut benar-benar dikerjakan oleh peserta dengan jujur dan sesuai dengan ketentuan  yang telah ditetapkan.
9.      Menafsirkan Hasil
Hasil tes meghasilkan data kuantitatif yang berupa nilai yaitu rendah, menengah dan tinggi. Nilai sangat berguna untuk memotivasi siswa belajar dan guru mengajar lebih baik. Nilai juga bisa berupa reward terhada jeri payah atau usaha yang dilakukan siswa, reward inilah yang akan menjadi motivasi dan pendorong siswa untuk belajar lebih baik.[10]   
BAB III
 PENUTUP
A.    SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa, Penilaian hasil belajar merupakan suatu proses atau kegiatan menafsirkan data hasil suatu pengukuran berdasarkan kriteria tertentu untuk mengetahui sejauh mana perkembangan hasil belajar dan dan perubahan tingkah laku individu yang mencangkup ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Serta untuk menimbulkan feedback antara guru dan siswa.
Karakteristik Penilaian Hasil Belajar: belajar tuntas. Otentik, berkesinambunngan, berdasarkan acuan kriteria, menggunakan teknik penilaian yang bervariasi.
Jenis-jenis Penilaian Hasil diantaranya ada: Penilaian Performa (performance assessment), Penilaian Produk (product assessment) meliputi 3 aspek penilaian yaitu: (Tahap persiapan, Tahap pembuatan produk (proses), Tahap penilaian produk), Penilaian Diri ( self assessment).
Langkah-langkah mengembangkan alat evaluasi: Menyusun Spesifikasi Tes, Menulis Soal Tes, Menelaah Soal Tes, Melakukan Uji Coba Tes, Menganalisis Butir Soal, Memperbaiki Tes, Merakit Tes, Melaksanakan Tes, Menafsirkan Hasil.
B.     SARAN
Kemampuan guru dalam memilih dan menyusun instrumen penilaian, mengolah dan menafsirkan hasil penilaian akan sangat berpengaruh terhadap kualitas data hasil penilaian sebagai dasar pegambilan keputusan. Oleh karena itu kemampuan menilai hasil belajar siswa harus lebih ditingkatkan lagi dan dibuat sebaik mungkin. Harus lebih diperhatikan lagi penyusunan alat evaluasinya.


DAFTAR PUSTAKA
Uno, Hamzah B. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara
Ratnawulan, Elis. 2014. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia
Widiyoko , Eko Putro. 2014. Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Purwanto, Ngalim. 1990. Prinsip-prinsip dan Tekhnik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Permendikbud 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum dan Pedoman Umum Pembelajaran
Meti Lestari. 2010. Pengaruh Kemampuan Komunikasi Internal Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dalam Diskusi Di Kelas V SD Negeri 2 Pamupukan Kec. Ciniru Kab. Kuningan Jawa Barat. STKIP Muhammadiyah Kuningan


[1] Uno, Hamzah B. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT Bumi Aksara
[2] Widiyoko , Eko Putro. Penilaian Hasil Pembelajaran diSekolah.(Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2014)
[3] Permendikbud 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum dan Pedoman Umum Pembelajaran
[4] Ratnawulan, Elis. 2014. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: CV Pustaka Setia. hal. 53
[5] Meti Lestari. 2010. Pengaruh Kemampuan Komunikasi Internal Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dalam Diskusi Di Kelas V SD Negeri 2 Pamupukan Kec. Ciniru Kab. Kuningan Jawa Barat. STKIP Muhammadiyah Kuningan
[6] Widiyoko , Eko Putro. 2014. Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
[7] Widiyoko , Eko Putro. 2014. Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
[8] Permendikbud 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum dan Pedoman Umum Pembelajaran

[9] Purwanto, Ngalim. 1990. Prinsip-prinsip dan Tekhnik Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
[10] Widiyoko , Eko Putro. 2014. Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silahkan tinggalkan saran dan kritik anda