A.
Latar
Belakang
Menilai pencapaian
hasil pembelajaran siswa merupakan tugas pokok seorang guru sebagai konsekuensi
logis kegiatan pembelajaran yang telah dilaksanakan. Penilaian dimaksudkan
untuk mengetahui dan mengambil keputusan tentang keberhasilan siswa dalam
mencapai kompetensi yang telah ditetapkan.
Penilaian dilakukan
untuk memperoleh informasi tentang pencapaian
setiap kompetensi dasar dengan menggunakan tes/non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja,
pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek/ produk,
pengggunaan portofolio dan penilaian diri.
Upaya meningkatkan
kualitas pembelajaran dapat ditempuh melalui peningkatan kualitas sistem
penilaiannya, bagaimana proses dalam pelaksanaan evaluasi dengan menggunakan
alat dan pengembangannya yang benar dan tepat.
B. Rumusan Masalah
1. Apa
yang dimaksud dengan penilaian hasil pembelajaran?
2. Apa
saja karakteristik penilaian hasil pembelajaran?
3. Apa
saja jenis-jenis penilaian hasil?
4. Bagaimana
pengembangan alat evaluasi hasil?
C.
Tujuan
1. Untuk
mampu menjelaskan pengertian dari penilaian hasil
2. Untuk
mampu menjelaskan karakteristik
penilaian hasil
3. Untuk
mengetahui dan mampu menjelaskan jenis-jenis penilaian hasil
4. Untuk
mengetahui dan mampu menjelaskan cara pengembangan alat evaluasi hasil
BAB
II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
Penilaian Hasil Belajar
Menurut Permendikbud
No. 81A Tahun 2013, penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh,
menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta
didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi
informasi yang bemakna dalam pengambilan keputusan.
Menurut Bloom pengertian hasil belajar adalah
perubahan tingkah laku individu akibat atau umpan balik dari proses
pembelajaran yang mencangkup bidang kognitif, afektif dan psikomotor.
Berdasarkan uraian
diatas dapat disimpulkan bahwa penilaian hasil belajar merupakan suatu proses
atau kegiatan menafsirkan data hasil suatu pengukuran berdasarkan kriteria
tertentu untuk mengetahui sejauh mana perkembangan hasil belajar dan dan
perubahan tingkah laku individu yang mencangkup ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor. Serta untuk menimbulkan feedback antara guru dan siswa.
B.
Karakteristik
Penilaian Hasil Belajar
1. Belajar
Tuntas
Untuk kompetensi pada
kategori pengetahuan dan keterampilan (KI-3 dan KI-4), peserta didik tidak
diperkenankan mengerjakan pekerjaan berikutnya, sebelum mampu menyelesaikan
pekerjaan dengan prosedur yang benar dan hasil yang baik.Asumsi yang digunakan
dalam belajar tuntas adalah peserta
didik dapat belajar apapun, hanya waktu yang dibutuhkan yang berbeda. Peserta
didik yang belajar lambat perlu waktu lebih lama untuk materi yang sama,
dibandingkan peserta didik pada umumnya.
2. Otentik
Memandang
penilaian dan pembelajaran secara
terpadu. Penilaian otentik harus mencerminkan masalah dunia nyata, bukan dunia
sekolah. Menggunakan berbagai cara dan kriteria holistik (kompetensi utuh
merefleksikan pengetahuan,keterampilan, dan sikap). Penilaian otentik tidak
hanya mengukur apa yang diketahui oleh peserta didik, tetapi lebih menekankan
mengukur apa yang dapat dilakukan oleh peserta didik.
3. Berkesinambungan
Tujuannya adalah untuk
mendapatkan gambaran yang utuh mengenai perkembangan hasil belajar peserta
didik, memantau proses, kemajuan, dan perbaikan hasil terus menerus dalam
bentuk penilaian proses, dan berbagai jenis ulangan secara berkelanjutan
(ulangan harian, ulangan tengah semester, ulangan akhir semester, atau ulangan
kenaikan kelas).
4. Berdasarkan
acuan kriteria
Kemampuan peserta didik
tidak dibandingkan terhadap kelompoknya, tetapi dibandingkan terhadap kriteria
yang ditetapkan, misalnya ketuntasan minimal, yang ditetapkan oleh satuan
pendidikan masing-masing.
5. Menggunakan teknik penilaian yang bervariasi
Teknik penilaian yang
dipilih dapat berupa tertulis, lisan, produk, portofolio, unjuk kerja, projek,
pengamatan, dan penilaian diri.
C.
Jenis-jenis
Penilaian Hasil
1. Penilaian
Performa (performance assessment)
Penilaian performa
merupakan penilaian yang dilakukan dengan mengamati kegiatan siswa dalam
melakukan sesuatu. Artinya penilaian yang dilakukan terhadap kemampuan siswa
yang ditunjukan melalui suatu perbuatan atau melakukan tugas tertentu. Dalam
penilaian ini kemampuan siswa yang dinilai tidak hanya dari segi kognitifnya
saja, akan tetapi juga dilihat dari sudut pandang psikomotor atau keterampilan
siswa.
Contoh Format
Penilaian Performa
No
|
Aspek
yang dinilai
|
Penilaian
|
1
|
2
|
3
|
1
|
Merangkai Alat
|
|
|
|
2
|
Pengamatan
|
|
|
|
3
|
Data yang diperoleh
|
|
|
|
4
|
Kesimpulan
|
|
|
|
*ket: 1= Kurang
2= Cukup
3= Baik
2. Penilaian
Produk (product assessment)
Penilaian Produk
merupakan penilaian terhadap proses pembuatan dan kualiatas suatu produk
tertentu. Penilaian produk meliputi penilaian kemampuan siswa membuat
produk-produk teknologi dan seni, seperti makanan, pakaian, hasil karya seni
dll. Jadi dalam penilaian hasil kerja siswa meliputi 3 aspek penilaian yaitu:
a. Tahap
persiapan, meliputi penilaian kemampuan siswa dan merencanakan, menggali , dan
mengembangkan gagasan dan mendesain produk.
b. Tahap
pembuatan produk (proses), meliputi penilaian kemampuan siswa dalam menyeleksi
dan menggunakan bahan, alat, dan teknik.
c. Tahap
penilaian produk, meliputi penilaian produk yang dihasilkan siswa sesuai
kriteria yang ditetapkan.
Contoh Format Penilaian Produk
Mata Ajar : _______________________________________
Nama Proyek :
________________________________________
Alokasi Waktu :
________________________________________
Nama Peserta didik : ________________________________________
Kelas/SMT : ________________________________________
No
|
Tahapan
|
Skor (1-5)
|
1
|
Tahap Perencanaan Bahan
|
|
2
|
Tahap Proses Pembuatan:
a.
Persiapan Alat dan Bahan
b.
Teknik Pengolahan
c.
K3 (keselamatan, keamanan,
kebersihan kerja)
|
|
3
|
Tahap Akhir ( hasil produk)
a.
Bentuk Fisik
b.
Inovasi
|
|
|
TOTAL SKOR
|
|
3. Penilaian
Diri
Penilaian diri adalah suatu
teknik penilaian di mana peserta didik diminta untuk menilai dirinya sendiri
berkaitan dengan status, proses dan tingkat pencapaian kompetensi yang
dipelajarinya. Teknik penilaian diri dapat digunakan untuk mengukur kompetensi
kognitif, afektif dan psikomotor.
Contoh Format
Penilaian Diri
Nama sekolah : ____________________________________
Mata Ajar :
____________________________________
Nama : ____________________________________
Kelas : ____________________________________
No
|
Pernyataan
|
Alternatif
|
Ya
|
Tidak
|
1
|
Saya
berusaha meningkatkan ketaqwaan saya kepada tuhan YME agar mendapat ridhonya
dalam belajar
|
|
|
2
|
Saya
berusaha belajar dengan sungguh-sungguh
|
|
|
3
|
Saya
optimis bisa meraih prestasi
|
|
|
4
|
Saya
bekerja keras untuk meraih cita-cita
|
|
|
5
|
Saya berperan aktif dalam kegiatan
sosial di sekolah dan masyarakat
|
|
|
6
|
Saya suka membahas masalah politik,
hukum dan pemerintahan
|
|
|
7
|
Saya berusaha mematuhi segala
peraturan yang berlaku
|
|
|
8
|
Saya berusaha membela kebenaran dan
Keadilan
|
|
|
9
|
Saya rela berkorban demi kepentingan
masyarakat, bangsa dan Negara
|
|
|
10
|
Saya
berusaha menjadi warga baik dan bertanggung jawab
|
|
|
JUMLAH SKOR
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
*Jika
jawaban YA maka diberi skor 2, dan jika jawaban TIDAK maka diberi skor 1. Kriteria penilaianya adalah jika rentang
nilai antara 0–5 dikategorikan tidak positif; 6–10, kurang positif; 11– 5
positif dan 16–20 sangat positif.
D. Pengembangan Alat Evaluasi Hasil
Dari segi alatnya,
penilaian hasil belajar dapat dibedakan menjadi dua yaitu teknik tes dan teknik
nontes.
1.
Tes
Tes tulis dapat dilakukan dengan cara memilih jawaban yang tersedia, misalnya soal bentuk
pilihan ganda, benar-salah, dan menjodohkan; ada pula yang meminta peserta
menuliskan sendiri responsnya, misalnya soal berbentuk esai, baik esai isian
singkat maupun esai bebas.
2.
Non
Tes
Penilaian hasil belajar tidak hanya dilakukan dengan
tes, tetapi dapat juga dengan melalui
alat atau instrumen non tes seperti, check list maupun rating scale,
angket, wawancara. Metode nontes digunakan untuk menilai sikap, minat, atau motivasi. Metode nontes
umumnya digunakan untuk mengukur ranah afektif (KD-KD pada KI-1 dan KI-2).
Dari segi
pengembagannya, alat evaluasi hasil belajar dapat dikembangkan dengan
langkah-langkah berikut:
1.
Menyusun
Spesifikasi Tes
a. Menentukan
Tujuan Tes
Ada beberapa tes yang
dilakukan untuk menentukan tujuan dari tes diantaranya:
1) Tes
penempatan, tujuannya untuk mengetahui tingkat pengetahuan yang telah dimiliki
siswa dan untuk menempatkan siswa dalam program pendidikan sesuai dengan
karakteristik siwa. Biasanya dilakukan di awal.
2) Tes
diagnostik, bertujuan untuk mengetahui kesulitan belajar yang dihadapi siswa,
termasuk kesalahpahaman konsep. Biasanya dilakukan apabila sebagian besar siswa
gagal dalam mengikuti proses pembelajaran.
3) Tes
formatif, bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar dan
mengajar. Tes ini dipandang sebagai ulangan harian
4) Tes
sumatif, dilakukan untuk mengukur kinerja akademis atau prestasi belajar siswa
pada akhir periode pelaksanaan program pengajaran untuk mata pelajaran
tertentu. Tes ini biasa disebut ulangan umum.
b. Menyusun
Kisi-kisi Tes
Kisi-kisi atau biasa
disebut juga sebagai tabel spesifikasi tes yang berisi perkiraan soal-soal yang
akan muncul
c. Memilih
Bentuk Tes
Pemilihan bentuk tes
yang tepat ditentukan oleh tujuan tes, jumlah peserta tes, waktu yang tersedia
untuk memeriksa lembar jawaban tes.
d. Menentukan
Panjang Tes
Pada umumnya tes
tertulis mengggunakan waktu antara 90-150 menit, untuk tes praktik biasanya
lebih dari itu. Untuk tes pilihan ganda 2-3 menit untuk tiap butir soal hal itu
dipengaruhi oleh tingkat kesulitan soal. Sedangkan untuk essay ditentukan oleh
kompleksitas jawaban yang dituntut. Untuk mengatasi agar jawaban tidak terlalu
panjang, sebaiknya jawaban dibatasi dengan beberapa halaman.
2.
Menulis
Soal Tes
Penulisan merupakan
langkah menjabarkan indikator menjadi pertanyaan-pertanyaan yang
karakteristiknya sesuai dengan perincian pada kisi-kisi yang telah dibuat.
3.
Menelaah
Soal Tes
Setelah soal dibuat,
perlu dilakukan telaah soal tersebut untuk memperbaiki soal jika ternyata dalam
pembuatanya masih terdapat kesalahan ataupun kekurangan. Telaah soal ini lebih baik dilakukan oleh orang
lain.
4.
Melakukan Uji Coba Tes
Uji coba ini dilakukan
untuk mengetahui data tentang reabilitas, validitas, tingkat kesulitan, pola
jawaban, efektifitas pengecoh, dll.
5.
Menganalisis
Butir Soal
Sama halnya engan uji
coba tes, analisis butir soal juga perlu dilakukan untuk megetahui kualitas
tiap butir soal, tingkat kesulitan dll.
6.
Memperbaiki
Tes
Langkah ini biasanya
dilakukan pada tiap butiran soal, dengan memperbaiki masing-masing soal yang
masih belum baik dan perlu adanya revisi bahkan ada beberapa soal yang harus
dibuang karena tidak memenuhi standar kualitas yang diharapkan.
7.
Merakit
Tes
Dalam proses ini
hal-hal yang mempengaruhi validitas soal seperti nomor urut soal,
pengelompokkan bentuk dari yang mudah-sukar.
8.
Melaksanakan
Tes
Tes yang telah disusun
kemudian diberikan kepada peserta tes untuk diselesaikan. Pelaksanaan tes
dilakukan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Dalam pelaksanaan ini
diperlukan pengawas agar tes tersebut benar-benar dikerjakan oleh peserta
dengan jujur dan sesuai dengan ketentuan
yang telah ditetapkan.
9.
Menafsirkan
Hasil
Hasil tes meghasilkan data
kuantitatif yang berupa nilai yaitu rendah, menengah dan tinggi. Nilai sangat
berguna untuk memotivasi siswa belajar dan guru mengajar lebih baik. Nilai juga
bisa berupa reward terhada jeri payah atau usaha yang dilakukan siswa, reward
inilah yang akan menjadi motivasi dan pendorong siswa untuk belajar lebih baik.
BAB
III
PENUTUP
A.
SIMPULAN
Berdasarkan pembahasan
diatas dapat disimpulkan bahwa, Penilaian hasil belajar merupakan suatu proses
atau kegiatan menafsirkan data hasil suatu pengukuran berdasarkan kriteria
tertentu untuk mengetahui sejauh mana perkembangan hasil belajar dan dan
perubahan tingkah laku individu yang mencangkup ranah kognitif, afektif, dan
psikomotor. Serta untuk menimbulkan feedback antara guru dan siswa.
Karakteristik Penilaian
Hasil Belajar: belajar tuntas. Otentik, berkesinambunngan, berdasarkan acuan
kriteria, menggunakan teknik penilaian yang bervariasi.
Jenis-jenis Penilaian
Hasil diantaranya ada: Penilaian Performa (performance
assessment), Penilaian Produk (product
assessment) meliputi 3 aspek penilaian yaitu: (Tahap persiapan, Tahap
pembuatan produk (proses), Tahap penilaian produk), Penilaian Diri ( self assessment).
Langkah-langkah
mengembangkan alat evaluasi: Menyusun Spesifikasi Tes, Menulis Soal Tes, Menelaah
Soal Tes, Melakukan Uji Coba Tes, Menganalisis Butir Soal, Memperbaiki Tes, Merakit
Tes, Melaksanakan Tes, Menafsirkan Hasil.
B.
SARAN
Kemampuan
guru dalam memilih dan menyusun instrumen penilaian, mengolah dan menafsirkan
hasil penilaian akan sangat berpengaruh terhadap kualitas data hasil penilaian
sebagai dasar pegambilan keputusan. Oleh karena itu kemampuan menilai hasil
belajar siswa harus lebih ditingkatkan lagi dan dibuat sebaik mungkin. Harus
lebih diperhatikan lagi penyusunan alat evaluasinya.
DAFTAR
PUSTAKA
Uno, Hamzah B. 2006. Perencanaan Pembelajaran. Jakarta: PT
Bumi Aksara
Ratnawulan, Elis. 2014. Evaluasi Pembelajaran. Bandung: CV
Pustaka Setia
Widiyoko , Eko Putro. 2014. Penilaian Hasil Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta:
Pustaka Pelajar
Purwanto, Ngalim. 1990. Prinsip-prinsip dan Tekhnik Evaluasi
Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Permendikbud 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum dan Pedoman Umum
Pembelajaran
Meti Lestari. 2010. Pengaruh Kemampuan Komunikasi Internal Terhadap Hasil Belajar Bahasa
Indonesia Dalam Diskusi Di Kelas V SD Negeri 2 Pamupukan Kec. Ciniru Kab.
Kuningan Jawa Barat. STKIP Muhammadiyah Kuningan
Uno,
Hamzah B. 2006. Perencanaan Pembelajaran.
Jakarta: PT Bumi Aksara
Widiyoko
, Eko Putro. Penilaian Hasil Pembelajaran
diSekolah.(Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 2014)
Permendikbud
81A Tahun 2013 tentang Implementasi
Kurikulum dan Pedoman Umum Pembelajaran
Ratnawulan,
Elis. 2014. Evaluasi Pembelajaran.
Bandung: CV Pustaka Setia. hal. 53
Meti
Lestari. 2010. Pengaruh Kemampuan
Komunikasi Internal Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dalam Diskusi Di
Kelas V SD Negeri 2 Pamupukan Kec. Ciniru Kab. Kuningan Jawa Barat. STKIP
Muhammadiyah Kuningan
Widiyoko
, Eko Putro. 2014. Penilaian Hasil
Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Widiyoko
, Eko Putro. 2014. Penilaian Hasil
Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Permendikbud
81A Tahun 2013 tentang Implementasi
Kurikulum dan Pedoman Umum Pembelajaran
Purwanto,
Ngalim. 1990. Prinsip-prinsip dan Tekhnik
Evaluasi Pengajaran. Bandung: PT Remaja Rosdakarya
Widiyoko
, Eko Putro. 2014. Penilaian Hasil
Pembelajaran di Sekolah. Yogyakarta: Pustaka Pelajar